0
Ada bermacam-macam gaya belajar anak. Ada yang lebih mengerti jika belajar sendiri, ada juga yang memiliki gaya belajar tidak bisa diam atau bergerak. Hal ini tergantung dari kepribadian, sifat, dan hal lain yang mempengaruhi perkembangan anak. Oleh karena itu orang tua dan guru (selaku orang tua kedua) wajib mengenali gaya belajar setiap anak didiknya.
Macam-macam Gaya Belajar Anak, Orang Tua dan Guru Wajib Tahu

Dengan mengenali tipe dan gaya belajar anak maka orang tua ataupun guru tidak akan terlalu kesulitan untuk mengarahkan agar belajar anak bisa lebih maksimal. Tidak sedikit baik orang tua ataupun guru di sekolah memaksa anak untuk belajar dengan gaya klasik, yaitu membaca, mengingat, dan menghafal. Padahal setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda.
Baca Juga: Cara Memotivasi Anak Agar Rajin Belajar

DePetter dan Hearchi, 2003, menuliskan bahwa tipe belajar merupakan gaya yang dimiliki setiap individu. Dengan mengetahui tipe atau gaya belajar anak maka anak akan bisa menyerap, mengolah informasi dengan mudah.

Sutanto, 2006, menyebutkan bahwa Gaya belajar anak dibagi menjadi tiga, yakni Visual, Auditori dan Kinestetik. Ketiga cara belajar tersebut memiliki ciri yang berbeda. Sehingga orang tua harus sadar betul mengenai perkembangan anak dalam belajar. Ada beberapa ciri-ciri gaya belajar yang harus diketahui sehingga nantinya bisa memutuskan bahwa si anak lebih tepatnya belajar dengan gaya seperti apa. Untuk lengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Macam dan Ciri-ciri Gaya Belajar Anak 

1. Visual
Tipe balajar Visual adalah dimana seorang anak akan mudah untuk menyerap dan menggali informasi melalui apa yang dibaca dan dilihatnya. Gaya belajar visual ini lebih maksimal menggunakan mata atau pandangan dalam menyerap dan mengolah hal baru. Adapun ciri-ciri gaya belajar visual diantaranya.
- Tampil rapi dan teratur
- gaya bicara cepat, mengetahui apa yang harus disampaikan tapi kadang tidak mampu mengatakan
- Mudah mengingat dengan asosiasi visual
- Kesulitan mengingat instruksi verbal  kecuali ditulis dan kadang meminta untuk mengulang kembali
- Suka membaca dari padadibacakan
- Suka menulis dan mencoret-coret tidak jelas ketika mendengarkan pelajaran atau penjelasan
- Lebih suka seni gambar daripada seni musik

2. Auditori
Gaya belajar auditori adalah sebuah keadaan dimana anak lebih menikmati, menyerap, dan mengolah informasi melalui apa yang didengarnya. Musik, irama, nada, serta semua jenis musik dan kata mampu diserap dengan optimal. Anak yang memiliki ciri belajar dengan gaya auditori biasanya seperti di bawah ini.
- Lebih suka berbicara pada diri sendiri, baik ketika memahami sesuatu atau sedang berfikir
- Ketika membaca biasanya menggerakkan bibir atau membaca dengan agak nyaring
- lebih optimal menyerap pelajaran melalui penjelasan suara dari pada sesuatu yang dilihatnya
- SUka berbicara dan berdiskusi panjang lebar
- Lebih suka bergurau dengan perkataan dari pada membaca cerita lucu atau komik
- Biasanya sangat pandai dalam berbicara atau menjadi pembicara
- Memiliki masalah ketika diminta melakukan sesuatu yang visual, seperti memotong dengan rapi dan sebagainya
- Lebih suka membaca dari pada menulis

3. Kinestetik
Gaya belajar kinstetik merupakan gaya belajar dimana anak lebih optimal dalam menyerap pelajaran melalui contoh, praktik, atau harus membayangkan orang mengerjakan lebih dulu. Kenyamanan fisik, emosi, gerakan, dan sentuhan menjadi hal penting dalam menerima informasi atau pelajaran. Ciri tipe belajar kinestetik adalah sebagai berikut:
- Berbicara perlahan dan lebih banyak menggunakan isyarat tubuh
- Ketika berkomunikasi atau berbicara dengan orang biasanya harus dalam jarak dekat. Tak jarang anak kinestetik juga memberikan sentuhan untuk menguatkan komunikasinya
- tidak bisa berdiam dalam waktu lama
- Kesulitan mengingat alamat atau gerak geografis
- Menyukai permainan yang lebih menyibukkan atau banyak gerakan
- Biasanya tulisannya jelek

Itulah tiga gaya belajar anak yang harus diketahui. Walaupun lebih banyak anak memiliki satu tipe balajar, namun tidak sedikit juga yang memiliki dua tie belajar sekaligus. Seperti audio-visual atau visual-kinestetik. Bahkan bisa jadi ada yang memiliki ketiga gaya belajar seklaigus.

Bagaimana? sudah bisa membayangkan kira-kira anak kita memiliki gaya belajar seperti apa? jika belum memahami, segera teliti kesehariannya dari sekarang. Kemudian maksimalkan gaya belajar tersebut sehingga apa yang dipelajarinya bisa dipahami dan dijadikan modal untuk masa depan kelak.

Posting Komentar Blogger

 
Top