0
Penyebab Anak kesulitan mengerjakan soal Matematika Pecahan – Pecahan merupakan salah satu materi dasar dalam matematika. bagian dari bilangan. Pecahan sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan permil. Pecahan juga menjadi dasar dalam mengerjakan matematika lain seperti operasi hitung campuran, perbandingan dan sebagainya.
Soal matematika pecahan
kesulitan mengerjakan Soal matematika pecahan

Kendati begitu, pada kenyataannya ternyata banyak siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan materi ini. Padahal materi ini termasuk materi penting yang diajarkan mulai SD kelas IV hingga kelas VI. Bahkan hampir setiap pelaksanaan UN SD atau yang sekarang dikenal Ujian Sekolah/Madrasah (US/M), materi ini sering keluar. Seperti diduga, tidak sedikit dari siswa yang uring-uringan bahkan enggan untuk menjawab soal tersebut.

Keengganan siswa menjawab soal matematika Pecahan disebabkan kurang fahaman siswa untuk materi Pecahan. Padahal materi ini merupakan materi berantai, artinya pelajaran awal kelas IV akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih susah di kelas V hingga puncaknya di kelas VI. Untuk itu simaklah penyebab anak susah mengerjakan soal matematika pecahan di SD berikut.

Penyebab anak kesulitan mengerjakan soal Matematika Pecahan tingkat SD :

1. Kurang memahami perkalian
Perkalian merupakan hal yang sangat mendasar dalam memahami dan menyelesaikan matematika. Sejatinya perkalian sudah wajib dikuasai siswa kelas III. Sebagai kelanjutan dari materi menghitung pada kelas I atau II. Namun pada kenyataannya, banyak siswa yang hanya hafal perkalian tetapi tidak memahami konsepnya. Alhasil, seiring berjalannya waktu lambat laun mulai memudar. Bahkan tidak sedikit juga siswa yang tidak bisa perkalian.

2. Kurang memahami operasi bilangan
Kurang memahami operasi bilangan juga menjadi salah satu pemicu anak kesulitan mengerjakan soal pecahan. Adapun operasi bilangan yang dimaksud adalah sifat-sifat perkalian, penjulahan dan sebagainya. Padahal seperti yang diketahui, pecahan merupakan paduan operasi bilangan yang digabungkan.

3. Enggan mengulang
Materi pecahan sudah diajarkan sejak kelas IV SD. Namun tidak sedikit siswa kelas V atau VI masih kesulitan mengerjakan soal-soal pecahan. Nah, yang jadi permasalahan ternyata siswa tersebut enggan mengulang pelajaran yang diperoleh di kelas sebelumnya. Akibatnya siswa menjadi apatis memahami materi ini.

4. Ketidak tahuan tertindih
Pelajaran ibaratkan tangga, yang saling menyambung antar tingkat. Seperti halnya siswa yang belum memahami materi kelas IV, maka kemungkinan besar juga akan kesulitan menerima materi di tingkat berikutnya. Ketidak fahaman yang terus ditumpuk membuat siswa ogah-ogahan belajar atau bahkan mengerjakan soal yang berhubungan dengan materi tersebut.

Itulah beberapa penyebab anak kesulota mengerjakan soal matematika pecahan yang sering melanda banyak siswa. Tentunya selain faktor di atas masih banyak faktor lain, seperti individu siswa, keluarga dan lainnya.
Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

Posting Komentar Blogger

 
Top